Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

Beberapa Cara Mengecilkan Pori-pori

KOMPAS.com - Mendekatlah ke depan cermin, dan perhatikan bagaimana kulit wajah Anda. Apakah bagian hidung dan pipi menampakkan pori-pori yang terbuka lebar? Mungkin ini saatnya Anda harus mengubah cara merawat kesehatan kulit wajah.

Ukuran lubang pori-pori pada dasarnya memang dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun dengan bertambahnya usia, lubang pori-pori cenderung menjadi lebih besar. Lubang pori yang besar dapat mengurangi penampilan kulit yang kenyal dan mulus, yang merupakan pertanda kulit muda yang terawat. Nah, bila Anda berniat mulai merawat kulit wajah, lakukan lima langkah berikut. Tentu, butuh waktu untuk mengembalikan kualitas kulit yang mulai rusak karena paparan sinar matahari atau kesalahan menggunakan kosmetik tertentu.

1. Bersihkan makeup setiap malam dengan seksama. Tak peduli betapa pun lelahnya Anda, sebaiknya Anda tidak langsung naik ke tempat tidur tanpa membersihkan diri lebih dulu. Meskipun Anda tidak mengenakan makeup setiap hari (hanya mengenakan pelembab, bedak, dan lipstik), ambil waktu untuk membersihkan muka dengan pembersih. Hal ini untuk melepaskan kotoran dan minyak yang menyatu di kulit wajah.

2. Cuci muka dengan sabun yang mengandung salicylic acid. Bahan ini akan menghancurkan minyak dan kotoran yang menyumbat pori-pori, dan membantu untuk memperbaiki permukaannya.

3. Kenakan pelembab yang tidak mengandung minyak, dan tidak menyebabkan alergi. Salicylic acid kemungkinan akan menyebabkan iritasi untuk beberapa jenis kulit tertentu. Karena itu kombinasikan dengan pelembab yang lembut.

4. Kenakan sunscreen setiap hari. Mungkin banyak dari kita yang belum menyadari bahwa sinar matahari dapat merusak kulit. Paparan sinar matahari merusak lapisan-lapisan kolagen yang menciptakan kulit wajah yang mulus. Berada di luar ruangan tanpa perlindungan sunscreen juga akan menghancurkan manfaat dari ketiga langkah yang sudah Anda lakukan sebelumnya.

5. Bila perlu, lakukan perawatan intensif. Ahli dermatologi memiliki rangkaian perawatan khusus untuk kita yang memiliki masalah kulit tertentu. Jadilah konsumen cerdas dengan memilih perawatan yang tidak memberikan efek samping yang membahayakan. Anda mungkin mengenal proses chemical peeling, dimana setelah beberapa hari kulit akan mengelupas (ngelotok), lalu kulit wajah menjadi kemerahan. Meskipun hasil akhirnya membuat kulit terlihat putih dan mulus, namun hal ini menyebabkan kulit menjadi tipis dan mudah terkena radikal bebas yang menyebabkan kanker.

Tips
* Anda bisa mencuci muka menggunakan kain pembersih wajah yang mengandung pelembab salicylic acid.
* Lakukan peeling atau perawatan laser dengan bantuan dokter kulit, atau ahli dermatologi.

"Senjata" yang harus dimiliki:
Pembersih dengan salicylic acid
Pelembab yang lembut
Sunscreen



Sumber: LiveStrong



Kamis, 24 Juni 2010

Penyakit Lever, Gangguan pada Hati

Hati, organ besar yang terletak pada sebelah bawah kanan tulang rusuk ini mempunyai fungsi bermacam-macam, yaitu sebagai tempat pembentukan plasma darah dan zat pembeku darah, sebagai tempat penyimpanan zat-zat mineral, seperti: besi, kalium, dan tembaga, penyimpan cadangan air, dan tempat pembakaran gula serta pembentukan kolesterol. Ia juga yang mengubah lemak menjadi asam lemak. Zat-zat ra­cun yang masuk dari luar tubuh maupun yang terbentuk di dalam tubuh akan dibuang ke hati bersama-sama cairan em­pedu menuju usus.
Penyakit hati dapat disebabkan oleh virus, yang dikenal dengan penyakit hepatitis A, hepatitis B, atau hepatitis non-A dan non-B. Selain itu, penyakit hati dapat pula berasal dari pola konsumsi makanan yang salah atau zat-zat kimia yang terkandung dalam obat, seperti antibiotika, parasetamol, arsenal, dan obat-obatan yang dikonsumsi oleh ayam potong yang kemudian dikonsumsi manusia dalam bentuk hidangan fast food. Jangan dilupakan pula bahwa zat-zat cemaran dari polusi udara pun mampu menyerang hati secara lambat laun tetapi pasti. Timah hitam (Pb) dan kadmium (Cd) merupakan kontaminan terbesar dari seluruh debu logam di udara. Kon­tribusi terbesar Pb dan Cd berasal dari knalpot kendaraan bermotor, yang selain mencemari udara, juga dapat mence­man makanan dan air. Zat-zat polutan tersebut akan disim­pan secara akumulatif dalam hati, dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan

sirosis hati.
Minuman beralkohol yang menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kaum selebriti dapat pula menimbulkan sirosis hati setelah dikonsumsi dalam waktu yang lama. Selain ten­hadap hati, alkohol juga dapat menyerang otot-otot jantung dan otak.
Terapi Makanan bagi Penderita Gangguan Lever
Penderita gangguan lever dianjurkan makan makanan yang dikukus atau direbus dan menghindari goreng-gorengan, ka­rena lemak dapat merangsang hati untuk bekerja keras dalam kondisi sakit. Juga perlu dihindari masakan yang terlalu banyak mengandung cuka, lengkuas, cabai, bawang, dan rempah-rempah, seperti: merica, pala, dan ketumbar, karena bahan-bahan tersebut dapat merangsang lambung, dan se­cara refleks hati menjadi nyeri. Perbandingan makanan yang mengandung lemak, protein, dan karbohidrat adalah 1:1:5.
Untuk menghindari terjadinya infiltrasi lemak dan degene­rasi jaringan fungsional pada hati, makanlah makanan yang mengandung protein yang bernilai tinggi dan kaya kolin ser­ta metionin. Kedua zat tersebut berfungsi mendorong peng­hancuran lemak dalam hati. Lemak yang diberikan harus di­seleksi, yaitu lemak yang bukan terdiri atas asam lemak bebas yang didapat dari minyak goreng, mentega, margarin, atau lainnya. Dengan demikian, semua jenis makanan yang digo­reng tidak baik dikonsumsi. Ada bermacam-macam penyakit hati. Infeksi oleh virus, parasit, gangguan metabolisme, obstriksi, dan keracunan, merupakan beberapa di antaranya. Dapat pula karena susun­an makanan yang tidak seimbang dan konsumsi kolesterol terlalu tinggi menyebabkan kelainan pada hati. Defisiensi protein pun dapat memicu penyakit had, berupa pembeng­kakan hati karena degenerasi lemak. Penyakit ini lazim di­derita anak-anak Afrika yang lebih dikenal dengan narna pe­nyakit kwashiorkor. Adanya kwashiorkor ditandai dengan berhentinya pertumbuhan, pembengkakan tangan, kaki, pe­rut, dan wajah.
Gangguan Fungsi Hati
Hepatitis (Radang Hati)
Hepatitis adalah peradangan pada hati, dapat disebabkan karena minum alkohol berlebihan dan penyalahgunaan obat-obatan atau terlalu banyak dosis. Bisa juga terinfeksi virus hepatitis yang dapat dapat menyebabkan kompliskasi pada organ hati.

Hepatitis A
Timbul kerusakan berat pada jaringan organ hati seeara mendadak yang disebabkan karena virus hepatitis A yang ada di air yang kotor, kerang atau juga ternak.

Hepatitis B
Timbulnya kerusakan pada jaringan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang umumnya terdapat pada orang dewasa. Dan jika sistem kekebalan tubuh kita menurun virus ini dapat aktif dalam tubuh. Bisa menular lewat kontak darah, keringat dan air liur.

Hepatitis C
Kerusakan organ hati karena terinfeksi Virus hepaptitis C yang biasanya ditularkan seeara langsung dari satu orang ke orang yang lain lewat darah atau jarum suntik, atau ibu hamil pada janinnya.


Gejalanya :

Lemah, letih, lesu dan nyeri otot.
Demam ringan.
Mual, kurang nafsu makan dan tubuh menguning (mata, kulit menguning).
Air kencing berwarna gelap, kotoran pucat, kadang-kadang gejala sangat ringan seperti Flu.
Penyakit Kuning (Jaundice)
Penderita baik dewasa maupun anak-anak dengan kulit dan mata yang kuning. Sakit kuning merupakan gejala awal pada gangguan fungsi liver (hati), penyumbatan saluran empedu atau disebabkan obat-obatan yang mengganggu fungsi hati.
Atau pada saat adanya ganggguan metabolisme bilirubin (substansi yang diproduksi pecahan sel darah merah)

Gejalanya :
Warna kuning yang timbul pada mata, kulit. Disertai demam, cepat lelah dan pusing juga bisa disertai pingsan.
Penyebabnya :
Warna kuning yang timbul pada kulit dan mata disebabkan karena meningkatnya kadar bilirubin dalam tubuh sehingga mengganggu kerja organ liver.

Sirosis Hati (Pengerasan Organ Hati)
Penyakit hati kronik yang dianggap dalam dunia kedokteran penyakit irreversible, ditandai dengan kerusakan pada jaringan hati. Namun masih dapat diusahakan perbaikan untuk menunda proses kerusakan lebih lanjut.

Gejalanya :
Kembung, banyak angin di perut, nyeri pada daerah ulu hati.
Perut mengeras dan membesar.
Demam dan meriang juga sulit untuk bergerak

Penyebabnya:
  1. Kerusakan pada sel hati karena kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan dan minuman beralkohol.
  2. Infeksi oleh virus atau bakteri.
  3. Adanya sel tumor atau kanker yang semakin merusak jaringan sel hati sehingga menghambat kerja organ liver.
  4. Penumpukan racun dalam tubuh yang berlebihan dan kurang istirahat.

Pencegahannya:
Istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi. Hindari minum alkohol berlebih dan ketergantungan terhadap obat-obatan. Jagalah kebersihan tangan dan tubuh.

Penyakit /Gangguan Pada Kulit

1. Eksim atau Dermatitis

Adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik atau dermatitis atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat mereka berumur diatas 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, namun tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidupnya. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan.


Gejala

Dimanapun lokasi timbulnya eksim, gejala utama yang dirasakan pasien adalah gatal. Terkadang rasa gatal sudah muncul sebelum ada tanda kemerahan pada kulit. Gejala kemerahan biasanya akan muncul pada wajah, lutut, tangan dan kaki, namun tidak menutup kemungkinan kemerahan muncul di daerah lain.
Daerah yang terkena akan terasa sangat kering, menebal atau keropeng. Pada orang kulit putih, daerah ini pada mulanya akan berwarna merah muda lalu berubah menjadi cokelat. Sementara itu pada orang dengan kulit lebih gelap, eksim akan mempengaruhi pigmen kulit sehingga daerah eksim akan tampak lebih terang atau lebih gelap.


Pengobatan


Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kulit masih sedikit basah, seperti saat habis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit. Kompres dingin juga diduga dapat mengurangi rasa gatal yang terjadi.

Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan. Untuk kasus kasus yang berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid dan apabila pada daerah eksim telah terinfeksi maka bisa diberikan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang diberikan.

2. Simptom

Sejenis penyakit yang disebabkan tungau, disebut scabies, termasuk penyakit kulit yang sangat menular lewat kontak dengan kulit atau tidur di ranjang yang sama atau menggunakan handuk yang sama dengan orang yang terinfeksi. Ruam merah gatal pada kulit adalah reaksi alergi terhadap tungau.


3. Kusta atau Lepra atau disebut juga Penyakit Morbus Hansen,

Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar.[2] Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath, yang digambarkan pada alkitab dan sering disamakan dengan kusta

Penyebab
Mycobacterium leprae adalah penyebab dari kusta.[2] Sebuah bakteri yang tahan asam M. leprae juha merupakan bakteri aerobik, gram positif, berbentuk batang, dan dikelilimgi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium.[8] M. leprae belum dapat dikultur pada laboratorium.
Pengobatan
Sampai pengembangan dapson, rifampin, dan klofazimin pada 1940an, tidak ada pengobatan yang efektif untuk kusta. Namun, dapson hanyalah obat bakterisidal (pembasmi bakteri) yang lemih terhadap M. leprae. Penggunaan tunggal dapson menyebabkan populasi bakteri menjadi kebal. {ada 1960an, dapson tidak digunakan lagi.
Pencarian terhadap obat anti kusta yang lebih baik dari dapson, akhirnya menemukan klofazimin dan rifampisin pada 1960an dan 1970an. [25] Kemudian, Shantaram Yawalkar dan rekannya merumuskan terapi kombinasi dengan rifampisin dan dapson, untuk mengakali kekebalan bakteri.[26] Terapi multiobat dan kombinasi tiga obat di atas pertama kali direkomendasi oleh Panitia Ahli WHO pada 1981. Cara ini menjadi standar pengobatan multiobat. Tiga obat ini tidak digunakan sebagai obat tunggal untuk mencegah kekebalan atau resistensi bakteri.
Terapi di atas lumayan mahal, maka dari itu cukup sulit untuk masuk ke negara yang endemik. Pada 1985, kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di 122 negara. Pada Pertemuan Kesehatan Dunia (WHA) ke-44 di Jenewa, 1991, menelurkan sebuah resolusi untuk menghapus kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat pada tahun 2000, dan berusaha untuk ditekan menjadi 1 kasus per 100.000. WHO diberikan mandat untuk mengembangkan strategi penghapusan kusta.
Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar.[27] Yang pertama adalah pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin, klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson.

4. Jerawat (bahasa Inggris: acne) adalah:

kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Daerah yang mudah terkena jerawat ialah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan.

Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat. Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormon pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit sebab sebelum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika remaja, kulit mengelupas empat minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun.

Pencegahan

Menjaga kebersihan kulit adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah timbulnya jerawat. Selain itu, kurangi stress.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons